Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “Dirgahayu TNI”

Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia

Dirgahayu TNI

Sekilas tentang TNI

Aneh suatu negara zonder tentara…

Sepenggal kalimat di atas dikatakan oleh Letjen Oerip Soemohardjo yang merasa heran, mengapa negara Indonesia masih belum memiliki tentara pasca proklamasi kemerdekaan. Pada masa mempertahankan kemerdekaan, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa pemerintah berusaha untuk menyempurnakan tentara kebangsaan ini. TNI (Tentara Nasional Indonesia) pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk tanggal 23 Agustus 1945 yang pada perkembangannya membentuk matra darat, laut dan udara.

Berubah menjadi TKR
Tanggal 5 Oktober 1945 berdasarkan maklumat Presiden Soekarno BKR digani Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan menyatukan para mantan anggota PETA (Pembela Tanah Air) dan seluruh matra BKR. Nama TKR sempat berubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat namun akhirnya berubah menjadi Tentara Rakyat Indonesia 23 Januari 1946.

Bertransformasi menjadi TNI
Tanggal 19 Juli 1946 terbentuklah Angkatan Laut Republik Indonesia disingkat ALRI. Disusul TRI bagian perhubungan udara diganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara atau dikenal dengan nama Angkatan Udara Republik Indonesia di singkat AURI. Pada tanggal 5 Mei 1947 presiden mengeluarkan dekrit guna membentuk Panitia Pembentukan Organisasi Tentara Nasional Indonesia dengan beranggotakan 21 orang dari pimpinan beberapa laskar yang paling berpengaruh kuat. Untuk mempersatukan badan atau laskar-laskar perjuangan tersebut maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia dengan tumbangnya Orde Baru. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.

sumber:
– Tempo.co.id: Mengapa 5 Oktober menjadi hari TNI
– berbagai sumber