Sinema

Sinopsis Logan

Logan menjadi tua? Terbayang tidak, jika tokoh superhero yang kita jago-jagokan menjadi tua, lemah dan terlalu sensitif terhadap sesuatu seperti manusia biasa. Di film Logan, karakter sang superhero X-Men tersebut diceritakan menua. Film Logan yang merupakan proyek Franchise X-men yang memiliki setting jauh kedepan. Film yang mengisahkan setelah era keemasan para mutan ini berfokus pada kehidupan tokoh Wolverine alias Logan yang telah memasuki usia lanjut.

Plot

Dikisahkan pada tahun 2029 keberadaan para mutan mulai terpinggirkan. Sebagian ada yang bersembunyi untuk menghindari perburuan yang dilakukan oleh manusia, namun ada pula yang bertahan dikehidupan dan berbaur layaknya manusia normal,  tentunya dengan menyembunyikan jati diri mereka.

Superhero purna bakti

Logan (Hugh Jackman) merupakan salah satu mutan yang termasuk kedalam golongan tersebut. Menjalani kehidupan layaknya manusia normal bukanlah sesuatu hal yang mudah yang harus dijalani Logan. Menua dan berpenyakitan.

Mungkin itu yang bisa digambarkan dalam film ini. Cakar dan proses penyembuhan diri yang semakin melambat ditambah kondisi fisik Logan yang kian melemah  menambah drama kehidupan tua Logan. Belum lagi dengan kondisi psikologisnya yang penuh kegalauan, tak heran jika si manusia srigala ini menjalani hari-hari tuanya dengan bermabuk mabukan. Ditemani oleh Profesor Charles Xavier (Patrick Stewart) yang alzheimer dan Caliban (Stephen Merchant) mereka bertiga menjalani kehidupannya dengan menyepi dari keramaian manusia.

Proyek transmutan

Dalam film X-Men Apocalypse, proyek Transigen dilakukan oleh perusahaan Essex untuk menghadirkan mutan baru sebagai senjata mematikan. Kini kekacauan akhirnya benar-benar muncul dan kembali menghantui kehidupan Logan. Muncul seorang anak bernama Laura (Dafne Keen) yang memiliki kemampuan yang sama dengan Logan, yakni mengeluarkan cakar adamantium. Dan tentu saja, tim proyek Transigen harus memburu para mutan karena masih disebut sebagai ‘produk gagal’ mereka. Kehadiran Laura ternyata juga dibarengi dengan munculnya anak-anak mutan yang lain.

Dafne Keen
Akting Dafne Keen saat menghabiskan tentara bayaran

Lewat Gabriella Lopez (Elizabeth Rodriguez); perawat yang bekerja di Perusahaan Alkali-Transigen, diketahui bahwa anak-anak tersebut sengaja dimusnahkan setelah Perusahaan berhasil menciptakan mutan baru yang lebih tangguh dari anak-anak tadi. Gabriella meminta Logan untuk mengantar Laura ke tempat yang bernama Eden sebagai tempat persembunyian mutan yang lain. Semula ia menolak permohonan Gariella, karena Logan berpendapat bukan urusannya menolong Laura, ditambah lagi tempat yang bernama Eden hanyalah fantasi Gabriella yang didapat dari sebuah komik. Namun, setelah perawat itu menjelaskan perihal asal-usul Laura barulah Logan setuju untuk mengantarnya.

Logan dan Prof X
Adu akting antara Patrick Stewart dan Hugh Jackman

Eden yang dianggap oleh Logan hanyalah khayalan Gabriella ternyata adalah bukan isapan jempol. Laura bersama para mutan lain yang telah berhasil melarikan diri dari lab akhirnya bergabung. Tentu saja untuk menuju kesana penuh dengan rintangan. Logan memutuskan tidak ikut dengan mereka, walau pada akhirnya pergi juga untuk menolong para mutan saat melihat tentara bayaran pimpinan Donald Pierce (Boyd Holbrook) mengejar. Perkelahian pun tak bisa dihindarkan. Para Mutan cilik melawan manusia biasa dengan persenjataan sangat lengkap. Logan pun harus berhadapan dengan mutan yang serupa dengannya dengan susah payah. Endingnya? Sad. Logan harus meregang nyawa akibat perkelahian itu. Terakhir, sang mutan akhirnya tewas oleh peluru adamantium yang ditembakkan Laura.

Akting para bintang yang luar biasa

Sedari awal film dimulai memang dirasakan nuansa suram layaknya film drama. Para penonton memang diajak oleh sang sutradara untuk merasakan kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh para superhero. James Mangold berhasil memberi sentuhan emosi yang memikat antara Logan dengan Laura ataupun dengan Prof Xavier. Patrick Stewart berhasil memerankan tokoh Prof X dengan gemilang. Wajar saja, dirinya telah memerankan tokoh ini sejak tahun 2000 silam. Namun demikian, di film inilah menurut saya akting terbaiknya saat memerankan tokoh sang Prof tersebut. Stewart berhasil menarik simpati para penonton dengan karakter tua dan rapuh.

Bermain film dengan Jackman di seri X-Men selama lebih dari 17 tahun berhasil menguatkan hubungan emosional antar keduanya seperti seorang ayah dan anak laki-lakinya. terlihat di salah satu adegan Jackman menggendong tubuh Stewart saat hendak tidur. Yang tak boleh dilupakan dari film ini adalah briliannya akting  Dafne Keen si pemeran Laura. Dafne sukses memerankan tokoh Laura dengan sangat baik. Adegan perkelahian yang terbilang sadis untuk seusianya berhasil dilakukan dengan sangat memukau, wajar jika film ini dikategorikan dengan rating Restricted.

Director  : James Mangold 
Writers    : James Mangold, Scott Frank, Michael Green
Stars         : Hugh Jackman, Dafnee Keen, Patrick Stewart
R
Action, drama
02:15
2017
Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 4]