Sinema

Review Midnight Mass Karya Mike Flanagan – Saat pengkultusan menjadi sebuah kesesatan

Nama Mike Flanagan memang tidak seterkenal M Night Shyamalan atau Stephen King yang raja horor itu, namun film-filmnya layak mendapat perhatian lebih dari penontonnya. Sebut saja film layar lebarnya seperti Oculus dan Hush, atau The Haunting of Hill House (2018) dan The Haunting of Bly Manor (2020) di segmen serialnya. Baru-baru ini ia kembali menggarap film serial yang berjudul Midnight Mass yang tayang di saluran streaming Netflix.

Masih berkeliling di genre horornya film Midnight Mass menceritakan tentang sepak terjang seorang pendeta muda yang karismatik yang tinggal di sebuah pulau terpencil. Melalui kemampuan yang dimilikinya ia mampu membawa banyak perubahan di pulau tersebut. Mulai meramaikan gereja yang semula sepi hingga membuat beberapa kemampuan yang diyakini oleh sebagian penduduk sebagai mukjizat. Namun dibalik itu semua tersimpan rahasia yang melekat di diri pendeta tersebut. Sinopis lengkapnya bisa dilihat melalui disini.

Alurnya lambat dengan misteri yang pelik

Bagi yang sudah menonton dua serialnya, baik Hill House ataupun Blair Manor, Flanagan kerap membuat plot yang beralur mundur sehingga kita tidak bisa langsung menyimpulkan konflik apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam film tersebut. Sama halnya di film Midnight Mass kita tidak bisa langsung menyimpulkan mengenai plot keseluruhan, apalagi jika cuma dengan membaca synopsis ataupun melihat trailer saja, Flanagan memang sengaja memancing rasa “ingin tahu” penontonnya akan keseluruhan film.

Diawal pembukaan kita hanya bisa menyaksikan seorang laki-laki yang duduk bersimpuh dengan mulutnya yang komat kamit berdoa sembari melihat mayat yang terbujur dengan mobil ambulan disampingnya. Atau seseorang yang masuk ke sebuah rumah dengan membawa sebuah peti besar yang tiba-tiba mengeluarkan bunyi ketukan. Flanagan tahu betul bagaimana meramu cerita supaya berkembang dan menempatkan eleman tertentu di film.

Minim Jumpscare

Sepanjang episode saya tidak bisa menjumpai (atau mungkin terlewat?jumpscare yang membuat adrenalin jadi naik. Tapi yang membuat saya ngeri adalah karakter-karakter yang tergambar di Midnight Mass. Tokoh Pendeta Paul dan Bev Keane (Samantha Sloyan) yang religius yang sepanjang film ini bikin saya pingin nonjok banget. Dua karakter yang sama-sama merasa dekat dengan Tuhan dan menggunakan jubah kedekatannya ini sebagai gaun kemewahan mereka yang sedang berada diambang kesesatan iman, tanpa menyadari mereka berada dalam cangkirnya.

Interaksi antar karakter

Menyatukan dua keyakinan berbeda memang tidak akan pernah bisa. Karakter Sherif Hassan dan anak laki-lakinya Ali adalah dua karakter yang diluar ekspektasi saya diangkat di film ini. Jika selama ini film-film serial Hollywood didominasi oleh satu warna saja. Di Film Midnight Mass kita bisa menyaksikan karakter Hassan dan Ali, anak laki lakinya yang beragama Islam.

Flanagan membawa warna lain dengan mengangkat isu yang selama ini mungkin sebagian orang memilih untuk menghidarinya. Sebagai minoritas Hassan tidak bisa berbuat banyak saat Bev meminta semua murid untuk selalu membawa Bible saat sekolah.

Walau didukung oleh Erin, Hassan menyerah dan sebagai puncaknya saat sang anak memilih untuk menempuh jalan berbeda. Ada juga Karakter Erin Green (Kate Siegel) yang pemberontak yang tak bersuami atau Riley yang menjadi ateis atas kejadian-kejadian yang menimpanya. Karakter-karakter lain di pulau ini yang memang tengah berada di krisis keimanan mereka.

Worth it untuk ditonton

Saya tidak menyesal menonton film ini. Buat saya Film Midnight Mass membawa warna baru di genre horor. Walau minim jumpscare, adegan darah-darahan tidak secara ekstrem diumbar. Memang alurnya terasa lambat, dan menurut saya itu adalah harga yang harus dibayar untuk menghasilkan film serial untuk pantas ditonton. Tak heran saya mendapati rating 7.9/10 di imdb dan score 90% Tomamometer Rotten Tomattoes.

Director  : Mike Flanagan
Writers   : Mike Flanagan, Joyce Sherri, Teressa Sutherland
Stars       : Kate Siegel, Zach Gilford, Rahul Kohli, Hamish Linklater
R
Horror, Mystery
01:00 Approxmately
2021  

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 4]