Sinema

Review Dead Silence – Teror Boneka Mirip Annabelle karya James Wan

credit: imdb

Terus terang saja nama James Wan di telinga saya baru nyaring terdengar setelah meledaknya Insidious, semesta Conjuring dan Annabelle. Padahal sineas kelahiran Sarawak ini sudah banyak menggarap beberapa film yang tidak kalah box officenya dengan Conjuring. Genre film yang ia hasilkan pun bukan melulu horor, ada juga action seperti Fast Furious, bahkan ia juga sempat menggarap film Aquaman; si super hero DC itu. 

Salah satu film horor Wan sebelum Annabelle adalah Dead Silence. Film yang dirilis tahun 2007 silam ini mengambil boneka ventriloquisme sebagai premisnya.

Plot

Jamie (Ryan Kwanten) dan istrinya Lisa (Laura Regan) menerima kiriman paket berisi boneka ventriloquist secara misterius. Melalui sebuah surat yang terselip di dalam paket tersebut tersebutlah nama Marry Shaw dan Billy serta kota asalnya, Ravens Fair, sebuah tempat yang tidak asing lagi buat Jamie. Ketika Jamie pergi, kejadian aneh pun terjadi. Boneka tersebut hidup. Buntutnya, Lisa ditemukan tewas secara mengenaskan saat Jamie sedang pergi.

Peristiwa ini membuat pihak kepolisian turun tangan, alhasil Jamie pun dijadikan tersangka utama atas kematian istrinya. Walau sempat dihalangi oleh det. Lipton (Donnie Wahlberg), Jamie menyelidiki sendiri tempat boneka itu berasal. Ia lantas menemui Edward (Bob Gunton) ayahnya yang sedang sakit dan Ella (Amber Valetta) ibu tirinya soal legenda Marry Shaw. Jamie juga mendapat bantuan Henry (Michael Fairman), seorang petugas rumah duka yang menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi di Ravens Fair.

Diketahui Marry Shaw (Judith Roberts) semasa hidupnya adalah seorang pemain boneka ventriloquist yang terkenal di Ravens Fair. Karena obsesinya membuat boneka yang benar-benar mirip dengan manusia ia lantas menculik seorang anak laki-laki yang merupakan kakek Jamie. Penduduk kota pun menghakimi Marry hingga tewas. Sesaat sebelum tewas, Marry membuat kutukan kepada siapapun yang telah menghakiminya, terutama kepada keturunan Ashen.

Beware the stare of Mary Shaw. She had no children only dolls. And if you see her in your dreams, be sure you never, ever scream

– Marry Shaw –

Lipton dan Jamie pergi menuju teater tempat dimana Marry Shaw pernah manggung. Disana ditemukan boneka-boneka yang semula terkubur. Lipton yang semula tidak mempercayai kata-kata Jamie terpaksa berurusan dengan teror Marry dan boneka-bonekanya. Pada akhirnya polisi itupun tewas. Hidup Jamie sendiri pun akhirnya berakhir mengenaskan setelah mengetahui siapa sebenarnya Ella.

Cerita yang terkesan tergesa-gesa

Dari pertengahan film saat Jamie mengetahui darimana boneka itu berasal serasa orang ini punya tekad tinggi untuk menyelidiki sendiri siapa dalang dibalik semua ini walau ujung-ujungnya dibantu polisi juga. Belum lagi ia harus mondar mandir saat tiba di Ravens Fair, ke rumah duka, ke rumah ayahnya, ke kuburan, balik lagi ke rumah duka lalu ke rumah ayahnya lagi, macam birokrasi di negara ini.

Tema-tema horor saat itu mungkin masih stagnan. Kalau tidak berurusan dengan boneka ya pengkultusan. James Wan mungkin dapat ide bikin film ini setelah menonton Chucky, entahlah. Tetapi yang paling saya suka dari film ini salah satunya adalah ending yang tidak terduga sama sekali .

Kejutan di pertengan dan akhir cerita

Walau saya benci banget kalau melihat film hantu penampakannya seperti naik in line skate, tetapi di film ini efek itu bisa ditutupi oleh permainan make up artist yang benar-benar crepy. Pilihan Judith Roberts sebagai Marry Shaw benar-benar pas. Boneka porselin yang menjadi objek di film ini benar-benar bikin merinding, terutama saat mata Billy melirik sana sini. Jangan lupakan juga jump scarenya yang lumayan bikin saya kaget.

Director  : James Wan
Writers    : Leigh Whannel, James Wan
Stars         : Ryan Kwanten, Amber Valetta, Donnie Wahlberg
R
Horror, mistery, thriller
1:29
2007
Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 3]