Sinema

Review Baby Driver – Aksi Kebut-Kebutan Ala Fast Furious

Credit: imdb

Karena sudah menemui titik kejenuhan menonton film franchise Fast Furious. Tidak sengaja melihat trailer film dengan tema kebut-kebutan secara sekilas. Tidak seperti film Furious yang berserial itu, Baby Driver mengandalkan segi cerita dibalut dengan aksi kebut-kebutan di jalan. Memadupadankan aksi kejar-kejaran menjadikan film ini memang layak untuk ditonton bagi penyuka film aksi.

Plot

Baby (Ansel Elgort) adalah seorang getaway driver (semacam supir bayaran gitu lah) yang bekerja untuk Doc (Kevin Spacey), gembong perampok yang memaksanya untuk melunasi hutang akibat mencuri salah satu mobil miliknya. Saat masih kecil, sebuah kecelakaan mobil merenggut nyawa kedua orangtuanya dan menyebabkan dirinya menderita tinnitus (semacam kelainan pendengaran) yang mengharuskannya memakai earphone setiap saat. Ia juga memiliki hobi yakni menciptakan musik dari percakapan-percakapan yang dia rekam sambil merawat ayah angkat ayahnya, Joseph.

Pada suatu aksi pencurian, ditemani oleh Buddy (Jon Hamm) dengan sang istrinya, Darling (Eiza González) serta Griff (Jon Bernthal) dengan mudah dapat menghindari kejaran polisi lalu berkumpul bersama Doc untuk menerima jatah rampasannya yang telah dipotong oleh Doc sebagai kompensasi hutang. Saat mengunjungi sebuah restoran itulah ia bertemu dengan seorang pelayan bernama Debora (Lily James) yang kemudian menjadi kekasihnya.


Ansel Elgort menunggu kawannya yang sedang merampok

Perampokan truk armor

Di perampokan berikutnya, Baby dipanggil untuk merampok truk lapis baja. Doc mengenalkannya pada kru barunya, Eddie No Nose, JD , dan Bats alias Leon III (Jamie Foxx) yang sangat horny untuk menembak orang-orang yang tak disukainya. Pada awalnya aksi mereka berjalan lancar, sampai suatu ketika seorang penjaga terbunuh ditambah lagi seorang bersenjata berusaha mengejar mereka, tapi lagi-lagi dengan kelihaiannya dalam membawa mobil, Baby berhasil menghindar dari kejaran polisi. Saat berkumpul di basecamp, Babypun mengetahui bahwa JD telah mati dibunuh oleh Bats akibat kelalaiannya meninggalkan senjata di mobil rampokan. Ia pun diberi satu pekerjaan terakhir yaitu menghancurkan sebuah mobil plus mayat JD di bagasi.

Lelah dan bosan dikejar-kejar polisi, Baby akhirnya memutuskan untuk mundur dari dunia kejahatan dan memulai hidup yang baru dengan bekerja sebagai pengantar pizza. Ia juga dapat leluasa berkencan dengan Debora disetiap saat. Hingga akhirnya pada suatu malam, disaat berkencan, ia bertemu kembali dengan Doc yang mengajaknya melakukan pencurian di kantor pos. Dengan terpaksa pula, ia pun menyetujui ajakan gembong rampok itu setelah Doc mengancam keselamatan Debora dan Joseph.

Kembali merampok

Kru terdiri dari Buddy, Darling, dan Bats. Sementara kru mencoba untuk membeli senjata, Bats menyadari bahwa para dealer tersebut adalah para polisi. Baku tembak pun tak dapat dihindari dengan kematian para polisi tersebut. Dalam perjalanannya Bats memaksa Baby untuk berhenti di restoran dimana Debora bekerja. Baby menuruti kemauan Bats setelah berpura-pura bahwa ia tidak mengenal Debora.

Si gila “Bats” yang hobi menembak siapa saja yang tak disukainya

Perampokan terakhir

Di basecamp, Doc mempertemukan kru untuk membatalkan rencana aksi perampokan di kantor pos setelah mengetahui tembak menembak tersebut. Walau pada akhirnya, rencana tetap berjalan asal dengan syarat mereka harus menginap malam itu di basecamp. Melihat gelagat demikian, malam itu Baby mencoba melarikan diri berharap bisa membawa Debora untuk meninggalkan Atlanta, namun aksinya digagalkan oleh Buddy dan Bats, yang telah menemukan kaset-kaset rekamannya terlebih dahulu lalu menuduhnya sebagai informan. Bersikeras bahwa dirinya bukan seorang informan, merekapun akhirnya percaya, bahwa Baby bukanlah seperti yang dituduhkan.

Dalam aksi perampokan terakhir, Bats membunuh salah seorang satpam. Perlakuan Bats yang keji itu membuat Baby menolak keinginan Bats untuk kabur, saking kesalnya ia akhirnya menabrakkan mobilnya ke sebuah mobil pengangkut sehingga merobek tubuh Bats yang duduk disamping kemudi. Ketiganya melarikan diri dari kejaran polisi tanpa kendaraan. Naas untuk Darling, polisi berhasil melumpuhkannya, Buddy lalu menyalahkan Baby atas kematian istrinya itu, dan bersumpah untuk membunuhnya. Baby berhasil mencuri mobil lain dan melarikan diri menuju apartemennya untuk menjemput Joseph. Ia lalu meninggalkan Joseph di sebuah panti. Saat hendak menjemput Debora, Buddy telah menunggu untuk membunuhnya. Baby berhasil menembak Buddy dan melarikan diri bersama Debora.

Ending

Baby meminta bantuan Doc, yang awalnya menolak karena telah menggagalkan pencurian tersebut. Alih-alih menolak bantuan, Doc malah memberi mereka uang dan arahan untuk keluar dari negara ini. Tanpa disadari Buddy menyergap mereka di garasi parkir dan memukul serta membunuh Doc. Di suatu kesempatan, Buddy berhasil menyergap Baby. Bukannya membunuhnya, dia malah menembakkan pistol tepat di sebelah kedua telinganya. Melihat kekasihnya terluka, Debora memukul Buddy dengan linggis hingga akhirnya Baby menembak kaki Buddy yang mengakibatkan ia terjatuh dari lantai parkir.

Dengan mengendarai sebuah mobil, keduanyapun melarikan diri dari Atlanta. Di sebuah jalan, polisi telah bersiap menghadang laju kendaraan mereka. Walau Debora bersiap untuk menerobos blokade tersebut, Baby malah menolaknya dan menyatakan bahwa dirinya bukanlah seorang penjahat. Ia pun menyerah dan bersedia menerima hukuman yang akan dijatuhkan. Di pengadilan, Joseph, Debora, dan beberapa saksi datang untuk meringankan hukuman dalam pembelaan, walau demikian ia tetap dijatuhi hukuman 25 tahun penjara dengan pembebasan bersyarat setelah lima tahun.

Konklusi

Menarik sekali jika sebuah ide yang baru dituangkan ke dalam sebuah film, apalagi jika film itu merupakan film aksi. Sebuah film dengan kejar-kejaran mlulu menurut saya malah membuat orang menjadi bosan, apalagi jika tidak ditambah dengan jalan cerita yang baik. Ditangan Edgar Wright, sang sutradara sekaligus penulis cerita, film Baby Driver mampu bersaing dengan Fast Furious. Tak ada lagi mobil mewah modifikasian dengan berbagai warna, yang ada hanya kejar-kejaran mengandalkan kelihaian sang stuntman dan si aktor. Pengambilan gambar kejar-kejarannya pun di siang hari, sehingga membuat suasananya lebih realis untuk perampokan.

Adegan demi adegan di film Baby Driver ini memang seru untuk dipelototin. Ceritanya juga tidak bertele-tele sehingga tidak membuat bosan para penontonnya. Walau demikian, masih ada kekurangan di ending yang menurut saya yang masih kurang sreg. Saat Baby saat keluar dari penjara dijemput oleh Debora, kenapa wajah Baby tidak berubah ya? Padahal telah lewati masa tahanan lima tahun. Apa mungkin karena memang namanya Baby atau Was he slow to get old?

Director : Edgar Wright
Writer    : Edgar Wright 
Stars       : Ansel Elgort, Jon Bernthal, Jon Hamm 
Action, drama
17+
1:53
2017

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 3]