Produk, Review

Fujifilm Instax Mini 9, as simple as use it

Jadi ingat waktu kecil dulu, biasanya sewaktu jalan-jalan ke suatu obyek wisata banyak tukang foto yang menawarkan jasa fotonya dengan kamera yang langsung jadi. Kala itu Polaroid masih memegang kendali pangsa pasar kamera instan di Indonesia. Sekarang tak cuma Polaroid saja yang menciptakan kamera instan alias langsung jadi ini. Ternyata pabrikan lain juga menciptakan kamera instan dengan genre for fun. Catat saja ada merk Lomo, Kodak, Leica atau juga Fujifilm. Nikon, Canon, Panasonic atau Sony bagaimana? Mereka mengeluarkan produk serupa tidak? Saya rasa mereka terlalu sibuk mengembangkan kamera-kamera bergenre serius seperti mirrorlessnya yang semakin lama makin ringan dibawa dengan kemampuan mutakhirnya.

Edisi Shibuya
Shibuya Package seharga 1 jutaan

Produsen Fujifilm memang cukup banyak mengeluarkan kamera instan mereka. Sejak serie Instax dirilis, konsumen semakin tertarik untuk menjajal produk kamera besutan Jepang ini. Wajarlah jika sekarang Instax mereka bermunculan dimana-mana tentunya dengan berbagai varian. Seperti yang saya beli ini, Instax mini 9. Kalau bukan karena pernah berjanji pada anak untuk membelinya, mana mungkin saya mau beli. Lihat fisiknya saja mirip kamera mainan kok.

cermin kecil ini ternyata berfungsi untuk mengambil foto selfie sipengguna

Kelebihan:

  • Bobot ringan sekitar 300 gram an
  • Harga relatif terjangkau apalagi jika membeli paketan gratis 10 fujifim paper
  • Mudah dipakai untuk berselfie dibanding pendahulunya yang seri 8
  • Variasi warna yang menarik
  • Adanya viewfinder untuk melihat objek secara jelas
  • Pengaturan cahaya yang lebih mudah berkat sensor otomatis
  • Nggak repot-repot lagi buat setting untuk jadi vintage 🙂

Kekurangan:

  • Kertas film fujifilm masih relatif mahal terutama yang bercorak
  • Gambar yang dihasilkan belum optimal, serasa balik ke jaman dulu
  • Mode pemotretan terbatas
  • Ada yang mau tambahkan?

Kesimpulannya, mending Fujifilm Instax Mini 9 atau kamera sejenis yang lain? Wah, itu sih tergantung selera dan kempuan kantong ya. Tetapi yang jelas ada harga ada kualitas. Apapun pilihan kameranya sebaiknya disesuaikan juga akan kebutuhannya , sayang kan kalau sudah beli tetapi jarang dipakai. Salam jepret!!

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 4]