Press "Enter" to skip to content

The Do-Over review

Rating: NR
Genre: Comedy
Directed By: Steven Brill
Written By: Kevin Barnett, Chris Pappas
On Disc/Streaming: May 27, 2016
Runtime: 108 minutes
Studio: Netflix

Film ini sebenarnya sudah dirilis sekitar tiga tahun tahun silam, namun baru saya tulis reviewnya sekarang, itu pun setelah saya melakukan pencarian dengan mengetik kata “Sandler” di kotak pencarian. Kalau ada yang bertanya kenapa setiap film lepas di Netflix didominasi oleh Adam sandler sebagai pemeran utamanya? Jawabnya tak lain karena Sandler telah dikontrak oleh Netflix untuk membuat film-film streamingnya di perusahaan besar tersebut. Ridicolous 6, the Do-Over, The Week Of atau yang terbaru Murder Mystery bersama Jenifer Aniston sebagai lawan mainnya adalah sebagian contoh film hasil kontrak Netflix dengan Sandler dan hanya tayang di Netflix saja. Mengenai genrenya sudah pasti disisipi dengan bumbu komedi walau hidangan utamanya diembel-embeli dengan yang lain.

Sinopsis

Film The Do-Over mengisahkan dua orang yang merasa gagal dalam hidup dan mencoba untuk membuat lembaran kehidupan baru yang lebih baik. Max (Adam Sandler) adalah seorang guru pembimbing yang pandai memanipulasi pikiran seseorang. Skill nya pun ia manfaatkan untuk memperdaya teman sekolahnya Charlie (David Spade) yang ia temui saat reunian. Berdalih ingin membantu Charlie dari hidupnya penuh penderitaan. Max peduli dengan mengajaknya piknik dengan boat miliknya. Boom! Boat pun meledak. Disinilah kehidupan baru keduanya dimulai.

Max menemukan kunci kotak deposit milik salah satu dari dua mayat yang ia ambil identitasnya. Dengan sekoper uang, resor di Puerto Rico, mobil ferrari, pesta dan gadis-gadis seksi fantasi keduanya pun dimulai.

Alih-alih membawa film ini ke misteri yang menegangkan, malah mengarah pada kekonyolan. Lelucon harsh Adam sandler yang khas sepertinya sudah terpatri erat dalam setiap perannya. Steven Brills sebagai sang sutradara paham benar akan hal itu. Kevin Barnett dan Chris Pappas sebagai penulis naskah mentasbihkan atmosfir kekonyolan tersebut. Hasilnya, jadilah the Do-Over sebagai film konyol Adam Sandler yang kesekian kalinya. Bagi anda yang kurang suka film-filmnya Adam Sandler mungkin akan bertambah ketidak-sukaan anda dengan menonton film ini. Makin tidak jelas lagi jika anda mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pembunuh Dr. Ronald P. Fishman dan Butch Ryder orang yang dipinjam identitasnya oleh Charlie dan Max. Paling tidak saya sudah bisa menebaknya jika endingnya twisted. Dan ini baru bisa disimpulkan saat tiga perempat film telah berjalan.

David Spade vs Adam Sandler

Berbeda jauh dengan Sandler, akting David Spade mungkin masih terbilang lumayan. Perannya sebagai suami yang teraniaya oleh istri dan anak-anak tirinya boleh klop dengan tampangnya yang menua dengan kacamata dan kumis lebat. Paling tidak ia support Sandler supaya film ini tetap running. Bagaimana dengan Sandler? Buat yang familiar dengan film-filmnya mungkin anda akan dibuat untuk mengernyitkan dahi jika mendengar lelucon-leluconnya, gayanya yang malas dan ingin semuanya tercapai sesuai dengan kemauannya.

Apakah layak tonton

Buat mereka penggemar Sandler, tentu tidak ada masalah untuk menonton filmnya yang satu ini. Pengecualian buat Sandlerless, silahkan anda menontonnya dengan sabar karena memang film ini bukan untuk mereka yang serius.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *