Press "Enter" to skip to content

Spiderman far from home, jauh dari versi-versi sebelumnya

Sukses membuat jalinan cerita dalam cinematic universenya, kini Marvel Studios kembali merilis Spiderman Far From Home yang merupakan film penutup fase ke-tiga dari keseluruhan fase yang direncanakan. Spiderman Far Home adalah film besutan sutradara Jon Watts yang sebelumnya juga menyutradarai film Spiderman Homecoming. Film ini juga menjadi kolaborasi Marvel Studios dan Sony Pictures yang “menjanjikan” para penggemar si manusia laba-laba.

Rating: PG-13 (for sci-fi action violence)
Genre: Science Fiction & Fantasy
Directed By: Jon Watts
Written By:  Chris McKenna (II), Erik Sommers
In Theaters: Jul 2, 2019 Wide
Runtime: 130 minutes
Studio: Sony Pictures

Berfokus di Peter Parker

Film Spiderman Far From Home berfokus pada Peter Parker alias Spiderman (Tom Holland) sepanjang School trip-nya keliling Eropa, tentu saja misi utama dari keikutsertaannya di trip ini adalah untuk menyatakan perasaannya kepada MJ, cewek incarannya. Alasan lainnya adalah untuk menghindari Nick Furry yang kerap menghubunginya untuk segera bergabung dengan the Avengers. Setelah kematian Tony Starks, praktis aktivitas the Avengers nihil, hanya saja sebelum kematiannya tiba, Starks terlebih dulu menitipkan kacamatanya kepada Nick Fury untuk diberikan kepada Parker, entah tujuannya apa, kitapun disuruh menerka apakah Peter Parker successor dari Tony Stark atau bukan. Seperti yang kita ketahui kacamata Tony Starks yang kerap dipakai merupakan kacamata AI yang selalu membantunya dalam menjalankan aksinya sebagai Iron man.

Berbeda dari film-film sebelumnya

Jika pada versi-versi film Spiderman sebelumnya karakter MJ yang merupakan kekasih Peter Parker adalah akronim dari Mary Jane Watson, maka pada film Spiderman Far From Home kali ini karakter MJ merupakan akronimnya Michelle Jones yang sosoknya diperankan oleh Zendaya. Sebenarnya karakter MJ sendiri sudah pernah muncul di Spider-Man: Homecoming dan secara luar biasa mampu berdiri sendiri tanpa ada embel-embel dari dua cerita terdahulunya. Lucunya, di film pertamanya ini sosok MJ dibuat tak akur dengan Peter Parker lantaran sang gadis yang sering usil dan membully Peter.

imdb
“Hi, I’m Quentin beck and I’m going to trick you.”

Plotnya juga semakin berkembang dengan kehadiran sosok Mysterio (Jake Gyllenhaal) yang merupakan tokoh villain yang sukses memperdaya Peter Parker untuk menyerahkan kacamata pemberian Tony Stark. Belum lagi bumbu roman antara Peter Parker dan MJ. Kegalauan, labilitas emosi, kegairahan masa remaja semua dibungkus rapi di film ini. Chris McKenna sebagai penulisnya bisa dibilang cukup brillian untuk mengarahkan film ini sehingga alur ceritanya semakin berwarna dalam kemasan yang tak membosankan. Masuknya sosok Angourie Rice sebagai Betty dan Jacob Batalon sebagai Ned sukses jadi scene stealer. Begitu juga dengan Jon Favreau sebagai Happy Hogan dan Marisa Tomei sebagai Bibi May. Peran mereka diperluas enggak hanya jadi teman sekolah Peter, tapi jadi bahan tertawaan kalian karena romansa ababilnya.

Dipaksa untuk tidak meninggalkan tempat duduk

How do you feel when leaping with me?
credit: imdb

Sepertiga film diawali dengan pembukaan yang cukup menghipnotis para penontonnya. Potongan lagu I will always love you-nya Whitney Houston bisa dibilang cukup mengena saat kedua remaja membawakan acara berita di sekolah. Pada pertengahan film, penonton dipaksa untuk segera tidak beranjak dari tempat duduknya karena banyak adegan aksi memukau serta dialog yang cukup menyegarkan untuk membuat penonton tertawa. Mendekati akhir cerita bisa dibilang klimaks keseluruhan film ini. Apalagi saat Peter Parker membuka identitas dirinya sebagai manusia laba-laba pada MJ, yang menurut saya seharusnya tetap menjadi rahasia. Walau demikian, tidak mengurangi esensi film ini, menggali emosi antara MJ dan Parker yang memang sudah terikat chemistrynya.

Post credit scene?

Seperti film Marvel lainnya, adegan post credit scene tetap disisipkan di film ini guna membuat rangkaian cerita untuk film-film Marvel selanjutnya. Kemunculan John Jonah Jameson (JK Simmons) yang memberitakan kematian Mysterio akibat ulah Spiderman menambah keseruan film yang akan dibuat selanjutnya. Seperti diketahui, J. Jonah Jameson adalah pemimpin Daily Bugle tempat Peter Parker bekerja pada trilogi film spiderman sebelumnya. Post credit scene yang kedua adalah munculnya kaum Skrulls yang menyamar menjadi Nick Fury (Samuel L Jacson) dan agen Maria Hill (Cobie Smulders) yang semakin membuat penonton penasaran, ada apa dibalik kemunculan tokoh skrull ini.

Rela menonton dua kali

Kalau disuruh untuk menonton kedua kalinya siapa yang tidak mau? Wajar jika film ini memang terasa menyenangkan dari awal sampai akhir, plot ceritanya yang tidak berat, akting pemainnya yang menawan ditambah lagi efek CGInya yang memukau. Siapa yang menolak untuk nonton dua kali, apalagi kalau dibayarin.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *