Press "Enter" to skip to content

The Mule – Aksi Clint Eastwood sebagai kurir narkoba

Rating: R
Genre: Drama, Mystery & Suspense
Directed By: Clint Eastwood
Written By: Nick Schenk
Runtime: 116 minutes
Studio: Warner Bros. Pictures

Stars: Clint Eastwood, Andy Garcia, Bradley Cooper

Apa yang akan anda habiskan untuk menjalani masa tua nanti? Setelah menghabiskan masa produktif untuk bekerja keras tentu ingin memanfaatkan masa pensiun untuk bersantai dengan oran-orang yang anda cintai dengan damai. Tapi ini tidak berlaku untuk seorang Earl Stone yang terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dipenjara sebagai buah kejahatan yang dilakukannya. Inilah yang menjadi plot film The Mule garapan sutradara sekaligus pemerannya. Film ini berusaha menceritakan kisah pelik seseorang dengan sederhana. Cerita seorang tua yang ingin membeli kembali atas waktu-waktu yang hilang bersama dengan orang-orang yang dikasihinya. Dikemas dengan apik dan lambat tapi masih bikin penasaran untuk melihat endingnya.

Plot

Dikisahkan Earl Stone (Clint Eastwood) adalah seorang pensiunan perang yang menghabiskan waktunya dengan berkebun dan bersosialita-ria. Dia sangat mencintai pekerjaannya, dan menempatkan pekerjaan tersebut diatas segalanya, termasuk keluarganya. Earl bahkan lebih memilih menghadiri konvensi industri untuk menerima penghargaan dibanding menghadiri pernikahan putrinya Iris (Alison Eastwood). Hal inilah yang memicu kebekuan Earl dengan keluarganya. Mary (Dianne West) yang sejatinya adalah istrinya selalu berusaha menghindar darinya. Satu-satunya orang yang masih berbaik hati padanya adalah Ginny (Taissa Farmiga) cucunya.

Beberapa tahun berlalu, keadaan berbalik, bisnisnya tak dapat bertahan. Alhasil semua jerih payah berkebunnya terbengkalai. Rumahnya pun terpaksa disita oleh bank. Tanpa tujuan, sampai ia mendengar kabar cucunya akan bertunangan. Tentu saja, setelah bertahun-tahun mencampakkan keluarganya Earl tidak diterima dengan mudah begitu saja oleh istri dan anaknya. Namun, Earl tetaplah Earl, seorang prajurit tua yang tak pantang menyerah. Yang ia harus lakukan adalah pembuktikan bahwa dirinya mampu membeli waktu yang telah hilang selama ini.

“Apa yang kau bawa di trukmu, Pak Tua?”

Sampai akhirnya seorang pria menghampiri Earl dan menawarinya pekerjaan sederhana yakni; mengemudikan truk. Didorong keinginan membantu biaya pernikahan cucunya, Earl pun mengambil kesempatan tersebut. Pertemuannya dengan anggota kartel mengantarkannya ke gerbang harapan semu yang ia sendiri paham akan risiko besar yang kelak akan menghampirinya. Dengan bermodalkan truk ia menjadi kurir narkoba dengan upah yang luar biasa. Kehidupan Earl yang dahulunya berantakan tak karuan berganti menjadi lebih baik. Ia mampu membeli mobil baru. Rumahnya yang disita, berhasil direbutnya kembali. Bar untuk para veteran yang sudah ditutup dibukanya kembali. Tak terkecuali, hati orang-orang terdekatnya yang sudah terlanjur menutup rapat untuk dirinya.

Tanpa disadari, pihak berwenang diam-diam mulai mengendus transaksi yang melibatkan kartel besar tersebut. Siapa pula yang akan menyangka bahwa penyelundupan narkoba antar negara bagian itu rupanya dikirim oleh seorang lansia. Disisi lain, konflik internal tengah terjadi di organisasi. Perebutan kekuasaan antar anggota telah menggiring Earl ke dalam jurang kelam yang teramat dalam. Aturan baru yang ketat semakin memojokkan Earl. Klimaksnya, Earl pun harus membayar sebuah keterlambatan pengiriman itu dengan harga mahal. Hal ini ia lakukan semata-mata ingin menemui istrinya yang tengah sakit keras.  

“Jadi gara-gara mengejarku, kau lewatkan anniversarymu?”

Drama crime thriller sarat makna

Jangan berharap film ini dipenuhi aksi tembak-tembakan seperti saat Eastwood masih muda dulu. Pakem Harry Callahan yang melekat pada diri Eastwood sepertinya sudah mulai ditinggalkannya. The Mule menyiratkan sebuah makna akan arti pentingnya sebuah keluarga. Dari sosok Earl, kita belajar bahwa hidup ini penuh dengan berbagai pilihan. Waktu tidak akan bisa dibeli oleh apapun juga. Seberapapun banyak harta yang kita miliki, begitu makna yang saya tangkap di film ini. Buat yang menginginkan gebrakan-gebrakan aksi seperti film-film sejenisnya, anda tidak akan menemuinya disini. Justru lewat film ini saya bisa melihat bahwa seorang Clint Eastwood tengah merubah sebuah pakem tentang film bergenre kriminal.

Legenda hidup yang tidak bisa dilupakan

Peran karakter kakek tua yang gaptek dengan umpatan diperankan dengan sangat baik oleh Eastwood. Mengingatkan saya saat ia berperan sebagai Walt Kowalski di film Gran Torino dulu. Eastwood adalah seorang legenda hidup. Bahkan pesonanya tak luntur begitu saja dimakan waktu. Ia berhasil menerjemahkan karakter kakek yang rapuh dengan gayanya sendiri. Ia faham, ditengah kerentanan senjanya usia ternyata masih menyisakan “kenakalan” saat berhadapan dengan perempuan muda cantik. Clint Eastwood adalah seorang maestro yang mungkin tidak akan bisa dilupakan dalam dunia perfilman Hollywood.

Ditaburi bintang ternama

Selain Clint Eastwood, masih ada nama-nama besar yang terlibat di dalam film The Mule ini. Untuk kedua kalinya ia bermain kembali dengan Bradley Cooper setelah American Sniper. Taissa Farmiga, Michael Peña, Andy Garcia hingga Laurence Fishburne yang bermain di dalam film ini, bahkan Eastwood mengajak anaknya untuk bermain di film ini. Walau mendapat porsi dialog yang tidak banyak untuk bintang-bintang ini, namun tetap saja menarik untuk diikuti. Salah satu dialog yang saya suka adalah ketika Earl berbicara mengenai keluarga dengan Colin Bates (Bradley Cooper). 

Kesimpulannya, film The Mule mungkin terasa membosankan bagi sebagian orang yang mendambakan film kriminal yang penuh dengan aksi laga. Sebaliknya, film The Mule punya nilai tersendiri lewat aksi dramanya. Menurut saya, film ini tidak buruk, malah membuka wawasan kita agar punya pandangan berbeda tentang film kriminal.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!