Press "Enter" to skip to content

Alasan kenapa jam dinding di Toko Jam menunjuk 10 lebih 10

Kalau kita pergi ke toko jam, coba perhatikan jam dinding analog yang dipajang di toko tersebut. Hampir kesemuanya menunjukan pukul 10 lewat 10. Banyak dari kita mungkin tidak memperhatikannya, “ngga ngeh” kalau jarum jam tersebut sengaja ditempatkan di angka demikian itu. Coba simak baik-baik: Seluruh jam dinding atau arloji yang dipajang, jarum panjangnya dan jarum pendeknya selalu akan menunjuk ke angka 10 dan 2 alias pukul 10 lewat 10 menit. Ini berlaku juga untuk iklan-iklan yang ada di media cetak atau elektronik. Ada alasan khususkah? Atau hanya sekedar hiasan saja? Berikut ini alasan yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Emoticon Sad

Semula saat pertama kali di pasarkan, baik jam tangan dan jam dinding yang dijual selalu menunjukkan pukul 08:20 atau 08:22. Setelah cukup lama dipasarkan, jam dengan angka menujukkan pukul 08:22 ini ternyata tidak laku di pasaran. Lewat survei yang dilakukan oleh Produsen diketahui mengapa jam 08:22 tidak diminati pembeli. Hasilnya ialah sebagian besar responden menyatakan jarum jam tersebut kurang bersahabat karena lebih menyerupai ekspresi orang bersedih, seperti emotion icon sad. Produsen lalu memutuskan untuk mengganti angka pukul 08:22 menjadi 10:10, yang menyerupai ekspresi orang tersenyum seperti emoticon smile atau happy face. 🙂

Konon, setelah diganti 10:10 penjualan produk jam meningkat tajam dan kebiasaan itu berlanjut hingga sekarang.

Dihubungkan dengan peristiwa penting yang pernah terjadi

Angka 10:10 pada jam digunakan untuk menghormati peristiwa pengeboman kota Nagasaki dan Hiroshima pada perang dunia. Pada kenyataannya pada peristiwa ini bom yang dijatuhkan di Nagasaki pukul 11.02 waktu setempat dan the little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima pada pukul 08.15 waktu setempat.

Estetika

Posisi 10:10 pada jam analog, untuk jam tangan atau jam dinding ternyata dapat memberikan beberapa keuntungan. Kedua jarum tidak overlaping sehingga memberikan keuntungan bahwa jarum tersebut mudah dilihat dan dikagumi. Pengaturan jarum yang simetris mengundang minat yang lebih pada orang-orang yang melihat dan lebih senang dengan bentuk simetris. Hal ini, ternyata dapat meningkatkan minat calon konsumen untuk membeli jam yang dijual dari perusahaan pembuatnya yang biasanya terletak di bagian tengah, di bawah angka 12. Tidak hanya mudah terlihat tapi terbingkai dengan indah karena posisi jarum 10:10. Selain itu juga posisi ini sekilas membentuk tanda ceklist yang bermakna positif.

Agar merknya terlihat jelas

Kebayang nggak jika Jarum jam ini tumpang tindih. Semisal diletakkkan di angka 12 kedua duanya. Akan berbeda jika diletakkan di 10:10. Permukaan jam akan terlihat dengan jelas, jika ada tambahan tanggal, maupun tulisan-tulisan selain merk. Elemen tambahan pada jam tangan berupa jendela yang menunjukkan tanggal, biasanya terletak di bagian 3 dan 9 tidak akan terganggu.

Alasan logis di balik kebiasaan unik ini agar mata kita seolah-olah tertuju pada bagian tengah atas dari jam tersebut. Ujung-ujungnya yang kita lihat adalah merk. Dua jarum itu seakan-akan membentuk bingkai yang simetris, untuk membingkai merk dari jam yang diiklankan itu.

Sekarang sudah tahu kan, kenapa jarum jamnya diposisi 10:10. Ternyata tidak lebih agar calon pembeli bisa melihat merknya.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *