Press "Enter" to skip to content

Ralph Breaks the Internet – Saat the Wrecking Ralph beraksi di internet

credit: imdb

Genre: Animation, Kids & Family
Directed By: Phil Johnston, Rich Moore

Written By: Phil Johnston, Pamela Ribon
In Theaters: Nov 21, 2018  
Runtime:114 minutes
Studio:Walt Disney Animation Studios

Sebelumnya saya hanya akan ceritakan secara garis besarnya saja mengenai film ini karena jika diceritakan secara keseluruhan esensi keseruannya bisa jadi akan berkurang. Enam tahun silam sejak film Wreck-It Ralph dirilis oleh Disney dengan mengusung konsep permainan dengan berbagai karakter sebagai pemeran utamanya. Sukses dengan film pertamanya tadi, Disney kembali merilis sekuelnya dengan tema berbeda dari film sebelumnya. Kali ini Ralph (John C. Reilley) bersama Vanellope von Schweetz (Sarah Silverman) kembali bertualang untuk menyelamatkan keberlangsungan hidup mereka di dunia permainan.


Plot

Sebagai karakter di dunia permainan, Ralph dan Vanellope menghabiskan hari-hari mereka di permainan Sugar Rush. Berperan sebagai penjahat, adu balap, dan saat malam tiba mereka bertemu untuk saling melepas penat. Sampai pada titik nadirnya, Vanellope mengalami kegalauan tentang hidupnya yang begitu-begitu saja. Ia pun bertanya-tanya apakah ada sesuatu di luar sana (arcade) yang lebih penting dan menyenangkan? Hingga munculah kesempatan itu, stir permainan Sugar Rush rusak yang berakibat akan masa depan permainannya. Parahnya lagi, alat tersebut diskontinyu alias tidak diproduksi lagi oleh pembuatmya. Hanya ada satu toko yang masih menjual alat tersebut, itupun dijual di e-bay, di internet, sebuah dunia yang masih sangat asing dan letaknya nun jauh di luar dunia mereka. Buat Vanellope, itu adalah kesempatan emas untuk memperluas cakrawala dan menjelajah ke World Wide Web, namun tidak demikian halnya dengan Ralph yang lebih nyaman di arcade. Pada akhirnya suka atau tidak, Ralph harus keluar dari zona nyamannya dan meninggalkan arcade untuk membantunya Vanellope.

Maka dimulailah petualangan mereka berdua di dunia maya. Layaknya orang yang bertansaksi mereka berhasil mendapatkan barang yang diinginkan. Masalahnya adalah bagaimana cara mereka membayarnya? Sedangkan mereka hanyalah sebuah karakter permainan yang gaptek soal transaksi di internet. Adalah sutradara merangkap penulis Phil Johnston dan Pamela Ribon mengemas animasi ini menjadi seru dan sedap untuk dinikmati segala usia. Terlebih, hadirnya karakter baru, seperti Shank (Gal Gadot), si pebalap tangguh dari permainan Slaughter Race yang hadir di tengah-tengah Ralph dan Vanellope, mengingatkan saya akan karakternya di waralaba Fast and Furious, atau Yesss (Taraji P. Henson), kepala alogaritma sekaligus pusat laman BuzzzTube, KnowsMore (Alan Tudyk), mesin pencari serba tahu yang membantu Ralph dan Vanellope menjelajahi internet hingga mendapatkan uang. Belum lagi kehadiran para putri Disney nan jelita yang telah kita kenal selama ini. Atau juga kemunculan karakter Stan Lee yang nampak sekilas sebagai cameo. Selain konflik emosi, penonton akan diajak melihat apa yang terjadi di dunia internet yang mungkin selama ini sudah mereka tahu dan bagaimana suatu sistem di internet bekerja.

Ralph Breaks Internet membidik semua bagian dari keseluruhan dunia maya dan berhasil menjadi animasi yang menyenangkan serta menyentuh para penontonnya. Penonton akan diajak bertualang di internet dengan gaya animasi yang menurut saya sangat luar biasa mengena. Tengok saja saat Ralph berusaha mencari uang dengan menjadi bintang Buzzztube. Analogi yang pas jika anda ingin menjadi seorang bintang tube dengan pendapatan gemilang maka carilah penonton sebanyak-banyaknya.

Jadi saran saya; istirahatlah sejenak dari kesibukan anda. Pergilah ke bioskop, ajak anak anda untuk menonton film ini. Mungkin suatu saat nanti saat anda ditanya tentang internet, anda akan bisa menjelaskan ke mereka dengan cara yang mudah dicerna oleh mereka.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!