Press "Enter" to skip to content

Lensa Meike 35 mm f1.7 – adorable lens with low price

lensa meike 35 mm

Buat orang yang awam tentang dunia fotografi seperti saya, kamera atau lensa yang mahal akan terasa bagus jika digunakan. Pola pikir kebanyakan orang barangkali yang mengatakan “harga nggak pernah bohong”. Padahal, tidak selalu seperti itu. Sebelum membeli suatu barang, biasanya saya akan melakukan riset terlebih dahulu dari berbagai sumber. Hal ini saya lakukan agar kelak suatu saat nanti tidak  akan terjebak penyesalan jika barang tersebut telah dibeli. Tentunya barang yang akan dibeli pun akan saya sesuaikan pula dengan beberapa kondisi, seperti; budget, lokasi atau kebutuhan.

Kenapa pilihan saya jatuh pada Meike 35 mm?

Incaran saya sebenarnya ialah Sony 35 mm f1.8. Tapi karena harganya terlalu mahal buat kantong saya, saya lepas incaran tadi. Bidikan kedua adalah lensa keluaran 7Artisans f2.0. Lagi-lagi harganya masih terlalu mahal buat saya. Sempat kepikiran untuk membeli lensa-lensa tadi yang bekas, tapi menurut saya buat apa membeli yang bekas jika memang ada yang baru dengan harga terjangkau.

Pilih mana; barang seken brand ternama atau barang baru dengan kualitas mendekati yang seken tadi?

Aperture

Salah pertimbangan yang mendasari saat membeli Meike 35mm f1.7 ini adalah bukaannya yang cukup besar untuk membuat efek bokeh. Aperture atau bukaan inilah yang berperan dalam menerima seberapa besar cahaya yang masuk saat memotret. Memang sih, ada lagi tipe lain yang lebih besar bukaanya dari f1.7 ini, seperti f1.4, tetapi kebanyakan yang beredar ya yang f1.7 ini.

Test kebokehan (no edit and flash)

Material

Sekilas, terlihat lensa ini terbuat dari plastik, nyatanya materialnya sebagian besar terdiri logam berwarna hitam. Walau demikian, tidak berat sama sekali loh saat disandingkan dengan Sony 6000 saya, malah semakin terlihat kokoh.

Meike 35mm body hitam, material logam & tampak kokoh (no edit and flash)

Masih bisa buat Lanskap dan street

Lensa 35 mm, menurut saya masih laik untuk foto lanskap dan street. Tentunya saat untuk street fotografi saya harus mengakali setting lensanya agar setiap momen tidak terlewat.

Harga 

Untuk harganya sendiri terbilang murah ya, tapi tidak murahan kualitasnya. Murah bukan berarti murahan. Dengan harga terjangkau ini saya masih dapat bonus filter UV untuk lensanya.

Kekurangan lensa ini

Karena lensa ini adalah lensa manual, maka otomatis fungsi auto focus saat memotret tidak akan berjalan. Pintar-pintarnya kita mengakali settingan di lensa agar obyek yang akan dipotret bisa tertangkap dengan jelas. Selain itu tidak adanya image stabilizer cukup merepotkan saat memotret obyek bergerak. Kekurangan yang merupakan kelebihan lensa ini adalah, fungsi meteran/angka pada barel di lensa tidak menyertakan notifikasi; entah itu berupa klik atau apalah namanya jika setting sudah tepat. Namun demikian, hal ini malah menambah instink si fotografer untuk menentukan di bukaan atau pada jarak berapa obyek seharusnya dipotret secara maksimal. Terakhir, jika ingin memotret suatu obyek, pastikan jangan berhadapan langsung dengan sumber cahaya karena pada sebagian kasus akan nampak flare di hasil foto tadi.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, saya menyukai lensa ini ketimbang lensa kit dan akan menjadikannya untuk foto street. Untuk harga lensa dibawah 1 juta, worth it lah.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *