Press "Enter" to skip to content

Fantastic Beast2: The Crimes of the Grindelwalds – Asal usul Credence mulai terungkap

source: imdb

Berbeda dengan film pertamanya; Fantastic Beast and Where to Find Them (2016) yang merupakan prekuel atau kisah sebelumnya dari keseluruhan film Harry Potter. Fantastic Beasts: The Crimes of the Grindelwalds tidak sepenuhnya mengisahkan petualangan seorang Newt Scmander (Eddie Redmayne). Film Ini sebenarnya adalah cerita awal Newt dan kehidupan sihir yang akan terjadi di masa depan. Pertarungan antara Grindelwald melawan Dumbledore.

Fastastic Beasts The Crimes of Grindelwald atau yang dikenal Fantastic Beasts 2 merupakan film bergenre petulangan fantasi yang digarap oleh David Yates selaku sutradara bekerja sama dengan J. K. Rowling yang merupakan penulis cerita dalam buku Harry Potter dan juga penulis cerita dalam film ini sekaligus menjadi produser bersama dengan David Heyman, Steve Kloves dan Lionel Wigram.

Sinopsis

Adegan pembuka film ini dimulai dengan cukup baik. Sesuai judul, penonton akan mengira karakter Gellert Grindelwald sebagai penjahat yang akan menjadi lawan utama Newt dan rekan-rekannya. Gellert Grindelwald memang berhasil membuat kekacauan. Ia mengacaukan pikiran banyak peyihir yang merasa berada di bawah bayang-bayang kehidupan manusia non-penyihir. Namun, setelah itu penonton dibawa pelan-pelan pada cerita utama yang penuh dengan kejutan-kejutan tidak terduga. Bagi yang rajin mengikuti serial Harry Potter, teori-teori tentang jalan cerita ini mungkin saja sudah terjawab.

Newt Scamander masih disibukkan dengan binatang-binatang peliharaanya. Sikapnya masih canggung dan sering malu-malu. Ditambah lagi, Newt sangat keras kepala jika ia sudah percaya akan satu hal. Rasa percaya diri yang berlebihan ini coba diubah oleh kakaknya sendiri Theseus Scamander (Callum Turner) dengan mengajaknya untuk bergabung dengan Kementrian Sihir Inggris. Namun, Newt merasakan perbedaan yang begitu besar antara ambisi pribadinya dengan keinginan dari Kementrian Sihir Inggris. Inilah yang menjadi salah satu sisi prinsip Newt yang kemudian menuntunnya kepada hal-hal lain. Mulai dari Tina Goldstein (Katherine Waterston), wanita yang pernah ia temui ketika membuat kericuhan di dunia sihir Amerika hingga pertanyaan-pertanyaan tentang Creedence (Ezra Miller) penyihir berbahaya yang merasa kehilangan jati dirinya. Belum lagi ia bertemu dengan Profesor Albus Dumbledore (Jude Law) guru terbaik yang menjadi pemimpin Hogwarts.

Kejutan-kejutan lain juga muncul dengan kemunculan beberapa karakter di film. Sebut saja Nagini yang berasal dari hutan Indonesia yang kelak kemudian menjadi pelayan setia Voldemort, Nicolas Flamel, hingga Yusuf Kama yang ternyata memiliki keterkaitan dengan beberapa tokoh utama di film ini. Alur cerita ini disusun dengan rapi hingga pertengahan film. Namun, pada satu momen penonton akan dibuat terkejut lagi dengan misteri baru yang membuat alur cerita di bagian awal film serasa tidak terarah.

Source: imdb

Kesimpulan

Film Fantastic Beasts: The Crimes of the Grindelwalds sebenarnya akan menjadi luar biasa jika tidak banyak memunculkan ide kejutan dipertengahan hingga akhir film. Banyaknya efek CGI disepanjang film buat saya cukup menganggu, namun sah saja memang, namanya juga film fantasi, yang harus dibumbui dengan efek animasi. Belum lagi secuil adegan romantisme antara Newt dan Tina, yang hanya pelengkap saja. Setiap karakter diperankan dengan baik oleh para pemerannya, terutama karakter Scamander yang canggung dan pemalu yang diperankan dengan sangat baik oleh Eddy Redmaynie. Pada akhir film bisa bikin penonton gregetan campur kesel, untuk menunggu lanjutan dari Fantastic Beast yang ketiga karena banyak pertanyaan yang masih belum terjawab di film ini.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!