Press "Enter" to skip to content

Kenapa saya tidak lagi melamar pekerjaan?

credit: maxmonroe

Sebuah pertanyaan yang terbilang konyol. Sebagian dari anda akan berpendapat pernyataan ini merupakan suatu tindakan yang mengarah kepada suatu keputus-asaan atau lemah mental dalam meraih kesuksesan. Terlebih lagi jika didasarkan kepada hal-hal kecil yang sifatnya personal seperti pekerjaan yang tidak lagi sesuai dengan harapan, atau lamaran yang seringkali ditolak oleh perusahaan yang semestinya tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan impian kita.

Salah satu sifat dari diri manusia adalah pemegang kendali. Dalam melamar pekerjaan, kita mungkin akan dihadapkan dengan berbagai pertanyaan dan ketidakpastian seperti kapan lamaran saya diterima? Apakah ada kandidat lain yang ikut melamar? Hal lain yang paling tidak disukai oleh saya atau juga mungkin sebagian pelamar adalah perasaan ketidakadilan. Ketika orang tidak mengetahui mengapa dan bagaimana seseorang dipilih untuk sebuah posisi di dalam pekerjaan, pasti terbersit pikiran bahwa apakah proses penyeleksiannya adil? Pada kenyataannya ada beberapa pekerja yang mendapat pekerjaan berkat bantuan ‘orang dalam’ dan itu membuat frustasi para pekerja yang tidak menggunakan ‘jasa’ tersebut. Percaya atau tidak istilah ‘orang dalam’ ini merupakan cara ampuh untuk diterima disuatu perusahaan, apalagi jika si ‘orang dalam’ ini punya kedudukan cukup berpengaruh di perusahaan. Jika pun saya diterima nanti, hal lain yang wajib saya pertimbangkan adalah faktor lingkungan. Apakah lingkungan baru tempat saya bekerja nanti cukup mendukung? Bagaimana dengan sibosnya? Atau rekan kerja yang akan saya temui setiap harinya dalam beraktivitas. Mau tidak mau saya mungkin harus kerja ekstra lagi dalam beradaptasi terhadap lingkungan baru didalamnya.

Itulah hal yang mendorong kenapa saya memutuskan untuk tidak lagi melamar pekerjaan.

Ada yang mau tambahkan?

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *