Press "Enter" to skip to content

Jailangkung 2

Libur lebaran tahun ini setelah bersilaturahim ke rumah kerabat apa lagi yang dilakukan untuk membunuh waktu sepanjang hari. Sampai akhirnya memutuskan untuk pergi nonton. Tidak banyak juga film yang diputar di bioskop saat libur lebaran, padahal sudah hari kedua? Film yang saya tonton ini merupakan film horor Indonesia dengan mengusung tema dolanan mistis zaman dahulu; Jailangkung. Ya. Film Jailangkung 2 ini merupakan lanjutan dari film pertamanya yang terdahulu.

Menurut hasil riset sutradara film ‘Jelangkung’ mantra mengundang yang benar adalah “Datang gendong, pulang bopong”.

Harapannya sih ingin melanjutkan kisah dari film pertamanya, sekuel Jailangkung masih menceritakan keluarga Ferdi (Lukman Sardi) beserta ketiga anaknya. Ada sang kakak tertua, Angel (Hannah Al Rashid) yang mendadak melahirkan anak dari hubungannya entah dengan mahluk  apa. Ada juga Bella (Amanda Rawles) beserta Rama (Jefri Nichols) yang mencari jimat untuk memusnahkan anak tersebut. Atau ayahnya yang masih belum move on atas kepergian istrinya serta si kecil Tasya (Gabriella Quinlyn) yang pergi ke dimensi lain.

Ketimbang saya ungkap semuanya (yang nanti malah jadi spoiler) saya kasih review secara singkat saja. Di film yang ke 2 ini baik Jose Poernomo atau Rizal Mantovani saya yakin telah menggodok matang baik dari segi cerita dan  penokohan di film Jailangkung 2 ini hingga menghasilkan film yang setidaknya cukup menghibur buat para penontonnya. Walau terkesan dipaksakan akan kehadiran tokoh baru atau plot di Jailangkung 2 setidaknya telah berhasil mengungkap misteri keberadaan si mati anak tersebut. Sebagian ada dialog yang terkesan terlalu simpel alias garing malah kalau saya bilang; seperti saat adegan Bella pergi ke sebuah minimarket yang sepi dengan jawaban dari Rama yang klise banget kasirnya sedang ke toilet. Atau juga ada beberapa adegan yang seharusnya menegangkan malah membuat saya senyum dalam hati. Kemunculan hantu-hantu atau zombie? yang berlalu lalang hendak menerkam Bella atau Rama.

Mungkin next jika mau mengangkat tema-tema dolanan mistis di film stop gunakan label Jailangkung. Bisa jadi kemungkinan penontonnya menjadi bosan karena mungkin berkesan miskin ide. Ingat! Selalu ada titik jenuh. Sekedar masukan mungkin sebaiknya diberi judul Jailangkung 2: Bangkitnya mati anak. Secara keseluruhan film ini cukup lah sebagai hiburan untuk mengisi waktu luang lebaran, tapi untuk kesan horornya sepertinya masih harus digali lebih dalam lagi.

[yasr_overall_rating null size=”medium”]

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *