Press "Enter" to skip to content

Bagaimana mendapatkan gaji tinggi selepas lulus kuliah

Lulus kuliah bagi mahasiswa merupakan gerbang yang terbuka untuk meniti karir di masa depan. Apalagi bagi mereka yang sudah berjibaku dengan segala macam mata kuliah selama lima tahun lamanya (atau mungkin juga lebih). Walau harus meniti nilai dengan tertatih-tatih, akhirnya saat itu datang jua. Tentu selepas acara wisuda nanti berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang selangit.

 

Diterima bekerja pada perusahaan yang mapan membuat sarjana S1 yang baru lulus semakin pede untuk segera melamar sang kekasih menuju pelaminan. Calon mertua juga lebih senang jika mantunya bekerja di perusahaan yang bonafid, dan bukan berkarir di perusahaan abal-abal nan tak jelas itu.

Dalam teori pengembangan karir, ada kalimat yang cukup terkenal yaitu“your first Company determine your future”. Kira-kira maksudnya seperti ini, Perusahaan yang anda singgahi untuk meniti karir menentukan masa depan anda selanjutnya. Jika perusahaan tersebut cukup bonafid (semisal Unilever, Chevron, Deloitte, dsb) yang tergolong mapan kemungkinan besar dalam 10 tahun kedepan dipastikan masa depan anda akan cerah. Sebaliknya, jika perusahaan pertama anda termasuk golongan dibawah rata-rata (semisal PT Palugada, PT Rindu Bonus) bisa dipastikan juga masa depan anda relatif mudah ditebak; suram. Kecuali anda resign dan pindah kerja ke perusahaan yang lebih bonafid atau bikin usaha sendiri untuk memperbaiki keadaan seperti di atas. Itupun jika usaha sendirinya berhasil, anda akan sukses.

 

Namun jika gagal, maka anda bisa bangkrut, dan bersiaplah untuk merelakan Honda Vario anda yang cicilannya belum lunas untuk diambil dealer kembali.

 

Seseorang harus berjuang sekuat tenaga agar KARIR PERTAMA dia harus berada pada level bonafid companies (atau minimal setara). Langkah awal ini akan amat menentukan perjalanan karir dia hingga puluhan tahun ke depan.

 

Siklus kinerja suatu Perusahaan

Perusahaan yang makmur tidak segan-segan untuk memberi gaji awal yang tinggi kepada para fresh grads karena mereka faham, sumber daya yang mereka biayai ini akan mampu menunjukkan motivasi, kinerja dan produktivitas yang tinggi. Produktivitas tinggi, maka kinerja perusahaan akan makin gemilang. Dan karena kinerjanya cemerlang, perusahaan akan mampu memberikan bonus dan gaji makin tinggi kepada pegawainya, termasuk para pegawai baru.

Sementara siklus perusahaan below average seperti PT. Palugada adalah sebaliknya.

Mereka hanya bisa memberikan gaji awal yang rendah kepada para gresh grads, sehingga motivasi kerja dan produktivitas karyawan baru ini relatif biasa-biasa saja. Akibatnya kinerja perusahaan menjadi cenderung stagnan. Dan karena kinerja stagnan, maka perusahaan tidak bisa memberikan gaji yang tinggi kepada para karyawan barunya.


Salah kaprah Perusahaan dalam memberi gaji

Memang tidak bisa dipungkiri jika ada Perusahaan yang memperlakukan para pekerjanya dengan iming-iming gaji besar atau bonus untuk mendongkrak kinerja.

Sejumlah perusahaan punya filosofi, kamu kerja bagus dulu, nanti akan kami beri gaji yang bagus. Ini kebalik dan salah.

Padahal, justru kebalikannya. Dalam ilmu remunerasi menunjukkan perusahaan harus berani terlebih dulu memberikan paket gaji yang kompetitif, untuk mampu meningkatkan kinerja SDMnya.

 

Secara psikologis bagi para pekerja, terutama para fresh grads, dengan mendapatkan gaji kompetitif, timbul rasa dihargai; lalu timbul dorongan untuk berbuat lebih banyak lagi untuk Perusahaan, dan pada gilirannya nanti akan memberikan dampak positif bagi kinerja bisnis dalam jangka panjang.

 

Sebenarnya jika ditilik berdasar beban kerja, kompleksitas dan beban pekerjaan para karyawan fresh grads di average companies sama besarnya dengan rekan mereka yang bekerja di bonafide companies. Bahkan, tak jarang beban kerja fresh grads pada average companies malah lebih kompleks dan membutuhkan tenaga yang lebih ekstra (misal sistem bisnis di perusahannya belum stabil dan tidak pakai teknologi otomatisasi).

 

Bagaimana dengan skills? Yang penting untuk dicatat: tak ada perbedaan mencolok antara skills fresh grad yang bekerja di bonafide companies dan average companies.

 

Ini artinya, para fresh grad yang bekerja di average companies ini sebenarnya punya kapabilitas yang sebanding untuk juga bekerja di bonafide companies dan bisa dibilang mereka menghamburkan skills mereka untuk perusahaan yang average.

 

Harus dilihat secara aktual pula, tak sedikit dari mereka tidak lolos tes masuk ke bonafide companies.

 

Sebab saat sudah kerja, nyaris tak ada bedanya beban tugas antara kerja di bonafide vs average companies. Semua relatif sama pekerjaannya.

 

Sekedar catatan buat para lulusan fresh grad S1 yang merasa gajinya masih belum sesuai standard, tetaplah berjuang, perbanyak relasi, banyaklah berdoa untuk selalu mendapat keberuntungan.

disadur dari tulisan blog strategi manajemen

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *