Review Film Get Out – Obsesi keluarga sempurna

Keluarga psikopat. Kalau selama ini kita sering menonton film bergenre horror dengan ending twisted, maka saya jadikan pengecualian untuk film yang satu ini. Film Get Out merupakan film horor thriller yang tidak seperti film-film lainnya yang penuh adegan sadisme berdarah-darah. Plotnya tersusun rapi mulai dari awal hingga akhir cerita. Bercerita tentang keluarga yang terobsesi untuk tetap hidup abadi.

Plot

Chris (Daniel Kaluuya) adalah seorang fotografer kulit hitam yang tengah menjalin hubungan dengan Rose (Allison Williams) seorang gadis kulit putih. Hubungan mereka dirasakan serius hingga Rose mengajak Chris untuk menemui keluarga yang tinggal jauh dari perkotaan. Walau dirasakan oleh Chris akan sulit karena Rose selama ini belum memberitahukan perihal hubungan mereka kepada orang tuanya, ia menyetujui untuk menemui keluarga Rose. Kunjungan Chris di keluarga ini ternyata tidak semulus yang dibayangkan karena dirinya mengalami kejadian-kejadian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mulai dari perjalanan yang sempat mengalami kecelakaan sampai diberhentikan oleh polisi rasis.

Sesampai dirumah keluarga Rose, Chris pun merasakan kejadian-kejadian ganjil lainnya. Chris bertemu orang tua Rose, Dean (Bradley Whitford), seorang dokter bedah saraf dan Missy (Catherine Keener), seorang hipnoterapis. Pada awalnya semua orang mencoba membuat Chris merasa diterima. Namun, timbulah kekacauan ketika Chris bertamu di rumah orang tua Rose. Mulai dari pengurus rumah tangga yang bersikap aneh, Georgina (Betty Gabriel) yang mengganggu Chris dengan mencabut charger ponselnya. Malamnya, saat semua tidur, Chris keluar untuk merokok. Tanpa disangka ia melihat Walter (Marcus Henderson) penjaga rumah berlari hendak menerjangnya.  Missy melihat Chris masuk dan menawarkan terapi untuk menghilangkan kebiasaan merokoknya. Tanpa disadari, diam-diam Missy menghipnotis Chris. Chris merasa dirinya terjatuh dari kursi, tenggelam dalam sebuah ruangan luas dan gelap. Ia hanya bisa melihat wajah Missy yang semakin lama semakin menghilang.

The mind game

Keesokan hari saat Chris terbangun ia berpikiran dirinya telah bermimpi, namun kemudian menyadari bahwa Missy telah menghipnotisnya untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Saat diadakan pertemuan keluarga,  Chris bertemu dengan Logan (Lakeith Stanfield), seorang pria kulit hitam yang membawa pasangan wanita kulit putih yang jauh lebih tua usianya. Beberapa pasangan lain memandang aneh Chris sehingga membuat dirinya merasa tidak nyaman, sampai akhirnya Chris menghubungi sahabatnya, petugas bandara TSA (Transportation Security Administration), Rod Williams (Lil Rel Howery) mengenai perilaku mereka yang tidak biasanya. Diam-diam, ia memotret Logan, namun sorotan dari lampu ponselnya menyebabkan Logan histeris dan menyerang Chris. Dean mengklaim Logan menderita kejang epilepsi walau oleh Chris gejala tersebut bukanlah gejala dari penyakit epilepsi. Merasa curiga, Chris mengajak Rose jalan-jalan dan membujuknya untuk segera mengakhiri liburan di rumah orang tua Rose. Dilain tempat, Dean mengadakan acara lelang dengan foto Chris yang terpajang.

Saat berkemas untuk meninggalkan rumah keluarga Rose, Chris mengirimkan foto Logan kepada Rod. Dari penyelidikan lewat foto tersebut diketahui bahwa Logan telah lama menghilang. Chris juga menemukan foto-foto Rose dengan banyak pria kulit hitam sebelumnya. Karena khawatir akan keselamatan dirinya, Chris meminta kunci mobil kepada Rose yang berujung seluruh keluarga menghalangi Chris untuk pergi. Chrispun berkelahi namun tidak mampu karena pengaruh hipnotis dari Missy kepada dirinya.

Metode cuci otak ala keluarga Rose

Dengan tubuh terikat di sebuah kursi, Chris dipaksa menonton sebuah film tentang transplantasi otak yang bertujuan untuk menjadikan para pasiennya tetap hidup abadi. Lewat film itu Chris akhirnya mengetahui bahwa Dean telah melakukan transplantasi otak dari teman-temannya yang tua dan berkulit putih ke dalam tubuh orang kulit hitam yang lebih muda yang telah dipilih oleh Rose dan disiapkan oleh Missy melalui hipnotisnya. Karena tidak semua memori otak dapat ditransfer ke tubuh baru. Ada bagian dari otak pada setiap korbannya yang tetap terbaca dan akhirnya dibuang ke suatu tempat yang oleh Missy disebut “tempat yang terpendam”.

Jim Hudson (Stephen Root), seorang pedagang seni yang buta, menginginkan tubuh Chris untuk bisa kembali melihat. Diam-diam saat Chris terjaga, ia menutup telinganya dengan gumpalan kapas yang diambil dari kursi guna menangkal perintah hipnotis Missy. Ketika saudara laki-laki Rose, Jeremy (Caleb Landry Jones), datang untuk mengangkat Chris untuk dibawa ke ruang operasi, Chris berhasil melumpuhkannya, berikut juga Dean dan Missy. Ia pun melarikan diri menggunakan mobil hingga menabrak Georgina.

Chris membawa Georgina yang ternyata adalah pikiran yang berisi nenek dari Rose. Dibelakang Rose dan “Walter” menyusul mereka hingga mobilnya menabrak sebuah pohon. Dengan tergopoh-gopoh, Chris keluar meninggalkan Georgina yang telah tewas, melarikan diri dari kejaran Rose dan Walter. Karena terluka parah, Walter berhasil menangkapnya dan bersiap menembaknya. Namun Chris menggunakan sorotan lampu ponselnya untuk membebaskan Walter dari pengaruh hipnotis. Walter langsung memutar senapan ke arah Rose dan menembaknya sebelum akhirnya ia menembakkan dirinya sendiri. Chris berusaha mencekik Rose. Disaat itu Rose berteriak meminta bantuan saat sebuah mobil polisi melintas playing victim Chris terlihat sebagai penyerangnya. Namun Rod William keluar dari mobil tersebut. Ia dan Chris pergi meninggalkan Rose yang sekarat karena luka tembaknya.

Review

Sutradara sekaligus penulis skenario Jordan Peele adalah sosok yang bertanggung jawab atas kesuksesan Get Out. Keberhasilannya membangun plot secara bertahap, dari situasi yang tenang hingga teror yang tidak ada habisnya bagi penonton untuk menduga ending dari film ini. Mungkin bagi sebagian orang film horor seperti ini kadang terasa menyebalkan karena penuh dengan teka teki. Tapi jangan khawatir, karena anda bakal terbantu dengan plot yang tersusun secara rapi dari awal hingga akhir. Peele juga sukses memainkan emosi dan membuat film ini terasa menjadi lebih menarik.

Kepuasan baru akan terasakan saat film ini masuk ke bagian akhir, tidak seperti film horor pada umumnya yang seringkali jadi anti-klimaks di saat ending. Situs Rotten Tomatoes sendiri memberi penilaian rating 99% dari 224 ulasan yang masuk. Get Out juga sukses bikin orang-orang rela keluar rumah dan menonton film ini di bioskop. Film ini sukses besar di Amerika Serikat dengan mendapatkan USD150.3 juta, ditambah 6.7 juta dari penayangan di seluruh dunia mengalahkan film The LEGO Batman Movie pada penayangan minggu pertamanya.

Director : Jordan Peele
Writers  : Jordan Peele
Stars       : Daniel Kaluuya, Allison Williams
Horror, mystery, thriller 
R
01:44
2017

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 4]

About the author: admin

Related Posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!